Dosen UIN SAIZU Raih Penghargaan Tingkat ASEAN

Purwokerto–Dr. Abdul Wachid B.S., M. Hum., selain dikenal sebagai dosen Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU), juga aktif sebagai salah satu penulis Indonesia yang produktif menulis sastra hingga tulisan ilmiah di ranah akademisi. Ratusan karyanya, mulai dari karya nonfiksi maupun fiksi, telah terbit menjadi buku dan tersiar di berbagai media massa.

Tahun ini, salah satu karyanya yang berjudul “Sastra Pencerahan” berhasil meraih Hadiah Sastra Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA) untuk kategori nonfiksi yang diberikan oleh Malaysia. Terpilihnya, setelah penyisihan, dari 150 judul buku sastra nonfiksi yang diunggulkan. Sedianya penghargaan tersebut diberikan pada 2020 silam, tetapi harus ditunda hingga tahun ini karena adanya pandemi Covid-19. Ada 2 kategori penerima hadiah pada Mastera Tahun 2020, yakni sastra kreatif dan sastra nonkreatif. Selain Abdul Wachid B.S. penulis yang memperoleh penghargaan di kategori nonfiksi adalah Junaedi Setiyono yang terpilih pada kategori fiksi sastra kreatif.

Dalam catatan juri disebutkan bahwa Dr. Abdul Wachid B.S. layak mendapat penghargaan tersebut karena dari karya-karyanya boleh dikatakan ia adalah salah satu kritikus yang konsisten dan tidak putus menulis esai hingga kajian sastra di tengah langkanya kritikus  dan media bagi para kritikus sastra.

Mastera sendiri adalah organisasi yang didirikan di Kuala Lumpur pada 1996 yang digagas oleh 3 negara, yakni Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia. Di Indonesia Sekretariat Mastera ada di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek. Ada berbagai kegiatan rutin Mastera. Mulai dari persidangan, seminar, kuliah, penerbitan, penyusunan, penelitian, penerjemahan, hingga pemberian anugerah, hadiah, atau penghargaan. Penghargaan Mastera diberikan sejak 1999 untuk karya sastra dan kritik sastra  terbaik dari para penulis negara – negara Asia Tenggara tiap 2 tahun sekali. Beberapa penulis Indonesia yang pernah mendapat penghargaan ini adalah Sutardji Calzoum Bachri (2006) dan Goenawan Mohamad (2018).

Buku “Sastra Pencerahan” yang terbit tahun 2019 ini merupakan penyatuan dua bunga rampai esai karya Abdul Wachid B.S. yang telah terbit sebelumnya, yakni “Sastra Pencerahan” (2005) dan “Membaca Makna dari Chairil Anwar ke A. Mustofa Bisri” (2006). Buku ini hadir sebagai satu ikatan atas gagasan-gagasan mengenai dunia kesusastraan di Indonesia dari seorang penyair yang juga seorang akademisi sastra. Buku pertama berisi esai-esai yang merespons persoalan-persoalan sastra di Indonesia yang kontekstual dengan kondisi sosial politik era Orde Baru. Buku kedua berisi esai analisis mengenai perpuisian modern para penyair di Indonesia. (Tim Media 2021)

Print Friendly, PDF & Email