Dekan Fakultas Dakwah: Mahasiswa dibekali Kemampuan Melalui Sertifikasi Profesi

Sebanyak 160 Mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI) mengikuti Bimbingan Teknis Sertifikasi Jalur Pendidikan – Pusat Pengembangan Profesi Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial di Hotel Surya Yudha Purwokerto, Selasa (12/11/2019).

Acara tersebut terselenggaran berkat kerjasama antara Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto, Lembaga Sertifikasi Pekerja Sosial (LSPS) dan Kementerian Sosial.

Dekan Fakultas Dakwah Prof. Dr. Abdul Basit mengucapkan terimakasih kepada LSPS dan Kementerian Sosial yang telah memfasilitasi bimbingan teknis sertifikasi.

“Ini bagian dari upaya untuk meningkatkan dari sisi ketercapaian berbasis KKNI, mahasiswa dibekali kemampuan melalui sertifikasi profesi. Selain itu berdasarkan PMA Nomor 1 Tahun 2016, lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan tidak hanya mendapatkan Ijazah dan Transkrip Nilai tetapi juga mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah,” ungkap Prof Basit

Fakultas Dakwah lanjut Prof. Basit, berkomitmen mendampingi mahasiswa untuk mempunyai sertifikasi profesi yang sesuai. Kedepan sertifikasi profesi akan berkembang untuk jurusan Manajemen Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam.

“Untuk itu manfaatkan bimtek ini dengan serius untuk menghadapi ujian kompetensi sertifikasi profesi pekerja sosial dan penyuluh sosial,” pintanya.

Bimtek dibuka oleh Diah Roosmalawati, Kepala Sub Bidang Sertifikasi Kementerian Sosial. “ini sebagai bentuk apresiasi kami, IAIN Purwokerto satu satunya IAIN yang mendapatkan Bimtek Sertifikasi Jalur Pendidikan,” kata Diah.

Peningkatan kesejahteraan sosial di Indonesia merupakan prioritas sertifikasi pekerja sosial sebagaimana diamanatkan UU Nomor 14 tahun 2019 tentang Pekerja Sosial, PP Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial dan Permensos Nomor 9 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada SPM Bidang Sosial.

Menurut Diah, pekerja sosial profesional merupakan sasaran strategis Kementerian Sosial yang berkontribusi menurunkan jumlah penduduk miskin.

“Dalam dua tahun terakhir pekerja sosial profesional semakin seksi, dan bisa menjadi ladang amal, dengan keterlibatan kampus diharapkan melahirkan profesionalisme, mengingat permasalahan sosial semakin beragam dan komplek, perlu tindakan yang terukur,” ujar Diah.

Usai pembukaan acara, dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis Sertifikasi yang dipaparkan langsung oleh Rudi Saparudin ketua LSPS.

Muna Fauziyah dan Hayu Monisa mahasiswi semester lima jurusan PMI merasa senang mengikuti bimtek ini, mereka yakin bisa lebih mudah memahami tentang profesi pekerja dan penyuluh sosial. “buat bekal untuk ujian kompetensi nanti, mudah-mudahan lulus dan dapat sertifikasi profesi,” ucap Muna.