Bupati Banyumas Dukung Perluasan IAIN Purwokerto

Pengembangan budaya lokal perlu terus dilakukan dan diarahkan pada terbentuknya identitas kebudayaan lokal sebagai mainstream dalam kehidupan masyarakat Banyumas pada tataran politik, ekonomi dan sosial budaya.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Banyumas Achmad Husein pada acara Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Menguatkan Sinergitas IAIN Purwokerto dan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam Pengembangan Budaya Penginyongan di Java Heritage Hotel, Senin (07/10/2019).

Seperti diketahui Rektor IAIN Purwokerto menginisiasi lahirnya Pojok Penginyongan yaitu lembaga yang memiliki tugas pokok melakukan kajian dan pengembangan budaya, tradisi, sistem keyakinan dan ekespresi komunikasi. Lembaga ini juga melakukan program pemberdayaan (empowering) atas berbagai potensi daerah yang berbasis pada local wisdom dengan menggandeng berbagai stakeholders termasuk Pemerintah Kabupaten Banyumas.

“Penginyongan bukan hanya sekedar bahasa ngapak namun ada nilai yang perlu digali lebih mendalam, “kata Bupati

Bupati kemudian menjelaskan kekuatan kebudayaan Banyumas dilihat dari aspek sejarah, nilai tradisonal, kepercayaan terhadap Tuhan YME, kesenian, permuseuman, kepurbakalaan, kebahasaan dan kesastraan. Hal ini sesuai dengan misi mewujudkan tatanan masyarakat yang berbudaya serta berkepribadian dengan menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan religius.

“Pengembangan budaya lokal Banyumas dilakukan melalui cara penggalian, pelestarian, pengembangan dan pemberdayaan untuk mengantisipasi tantangan arus globalisasi yang bisa memudarkan budaya lokal, “ungkapnya.

Sementara itu terkait dengan perluasan lahan yang dibutuhkan untuk transformasi dari IAIN Purwokerto menuju UIN Syaifuddin Zuhri, secara eksplisit Bupati Banyumas mendukung perluasan lahan IAIN Purwokerto.

Dan berdasarkan hasil evaluasi pendaftaran mahasiswa baru tahun 2019, animo masyarakat dari tahun ke tahun terhadap IAIN Purwokerto semakin meningkat. Kondisi tersebut membuat transformasi dari IAIN ke UIN semakin diperlukan.

Hadir dalam FGD tersebut Rektor IAIN Purwokerto Dr. Moh. Roqib, para Wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan, Direktur Pascasarjana, para Ketua Lembaga dan para Kepala Bagian.