Berkoperasi Di Era Disrupsi Ekonomi

Sebesar 99,9% pelaku ekonomi di Indonesia adalah skala usaha kecil dan menengah dengan pangsa pasar 20%, sedangkan sisanya 0,1% pelaku ekonomi adalah usaha besar dan konglomerat dengan pangsa pasar 80%. Dengan melihat fenomena di atas maka untuk merespon masa depan koperasi di era disrupsi harus ada komitmen peningkatan investasi di pengembangan digital skills.
Hal itu diungkapkan Dr. H. Fathul Aminudin Aziz, MM Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Purwokerto dalam Seminar Nasional Entrepreneur All Generation yang diselenggarakan Kopma IAIN Purwokerto, Jum’at 23 November 2018 di Auditorium.
Aziz menambahkan saat ini berbagai macam kebutuhan manusia telah banyak menerapkan dukungan internet dan dunia digital sebagai wahana interaksi dan traksaksi dan berpotensi memberikan peningkatan net tenaga kerja hingga 2,1 juta pekerjaan baru pada tahun 2025.
Niat baik untuk melakukan perubahan dalam rangka menyebarkan keadilan ekonomi perlu berkolaborasi dengan dunia industri, akademisi dan praktisi. “Merekrut tenaga baru yang memiliki skill teknologi dan pengembangan organisasi untuk peningkatan human digital skills, “Katanya.
Seminar yang bertema Berkoperasi di Era Disrupsi Ekonomi ini juga menghadirkan Pengusaha Muda Patria Prima, owner Semangkuk Berkah. Dihadapan 200 peserta seminar, Patria menjelaskan kiat-kiat berbisnis di era digital diselingi dengan tampilan video-video tentang bisnis, selesai pemaparan Patria dengan lugas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan para peserta.
Pada sesi terakhir Ruchman Basori, Kasi Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Islam berbicara tentang arah kebijakan. “mahasiswa didorong untuk mengembangkan intelektual, mengembangkan profesi, mengembangkan sosial kemasyarakatan dan mengembangkan karakter dan akhlakul karimah, “Ungkapnya.
“Setiap tahun ada program pemagangan bagi mahasiswa di dunia industri dan media, kebetulan tahun ini sebanyak 500 mahasiswa, dengan harapan mendapatkan ilmu terutama mempelajari manajemennya, “katanya
Generasi milenial sangat erat kaitannya dengan kemandirian, untuk itu Ruchman berpesan untuk tidak konsumtif, tidak membeli gaya hidup dan tidak berlama-lama di medsos.
Peserta yang hadir diantaranya perwakilan dari Kopma Unes Semarang, UNS Solo, UNIKU, Instiper Yogyakarta, IAIN Kudus, UMP, UM Purworejo, UPGRI Semarang, Universitas Peradaban dan Universitas Swadaya Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *