IAIN PURWOKERTO MENCETAK SANTRI AKADEMISI

Berangkat dari kesadaran pentingnya mencapai sasaran utama keberadaan Perguruan Tinggi Agama Islam, mensyaratkan IAIN Purwokerto untuk mengisi ruang-ruang inovasi. Penentuan dan pemilihan program sebagai langkah efektif untuk mencapainya perlu mempertimbangkan kekayaan lokal. Setidaknya ada dua sasaran utama yang harus dicapai PTAI antara lain pertama Menghasilkan output yang bermutu, berguna bagi masyarakat di bidang ilmu agama Islam. Kedua Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu agama dan kebudayaan Islam demi kemaslahatan masyarakat.

Indikator dasar output yang bermutu dalam bidang ilmu agama Islam antara lain memiliki kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an serta Pengetahuan Pengamalan Ibadah (BTA PPI). Jika hal dasar itu belum dimiliki oleh output dari PTAI maka menimbulkan ketidak percayaan pada masyarakat dan stakeholder. Banyaknya pondok pesantren yang tersebar di Kabupaten Banyumas dipandang IAIN Purwokerto sebagai kekuatan yang dapat diajak untuk bersama membangun generasi muda Islam yang unggul.

Mengingat input IAIN Purwokerto dari tahun ke tahun hanya sekitar 12,25% yang merupakan lulusan pondok pesantren. Selebihnya 55,7% merupakan alumni SMA/SMK dan 32% merupakan alumni dari MA maka jika tidak dicarikan solusi penuntasannya dikhawatirkan akan banyak alumni IAIN Purwokerto yang belum memiliki kemampuan BTA PPI dengan baik. Belum lagi persoalan karakter lulusan yang tidak kalah penting untuk dibangun lembaga sebagai bagian dari keseluruhan upaya melahirkan generasi muda Islam yang ideal.

Menyadari potensi, hambatan dan tantangan itu IAIN Purwokerto dalam proses pendidikan menciptakan suatu terobosan. Pada tahun 2010 langkah penting dilakukan, mengandeng 10 pondok pesantren sebagai mitra pada awal pelaksanaan program. IAIN Purwokerto berupaya untuk menuntaskan kemampuan BTA PPI bagi seluruh mahasiswa yang belum lulus ujian BTA PPI dengan program pesantrenisasi. Teknisnya seluruh mahasiswa baru yang belum lulus dalan ujian diwajibkan untuk menjadi santri dari pondok pesantren mitra.

Hasil yang cukup positif dirasakan dari program itu, baik bagi IAIN Purwokerto maupun pondok pesantren mitra. Bagi pesantren mitra, program itu merupakan salah satu kontribusi IAIN Purwokerto dalam upaya ikut menjaga eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah lama ada dan mewarnai perjalanan Bangsa Indonesia. Dengan program pesantrenisasi yang digagas IAIN Purwokerto jumlah santri dari sejumlah pondok pesantren mitra secara kuantitas meningkat 100% dari tahun ke tahun.

Melalui pesantrenisasi, mahasiswa IAIN Purwokerto juga diharapkan dapat memiliki kepribadian yang baik dan mendapatkan tambahan pemahaman keagamaan yang lebih banyak. Karena konsep kerjasama yang dibangun dengan pesantren mitra tidak menghilangkan kekhasan masing-masing pesantren. Kurikulum yang dititipkan oleh IAIN Purwokerto kepada pondok pesantren, hanya fokus pada penuntasan pengetahuan BTA PPI. Selebihnya mahasiswa tetap harus mengikuti kurikulum yang diberlakukan pada pesantren mitra.

Saat ini setelah hampir tujuh tahun berjalan, semakin banyak pondok pesantren mitra yang dilibatkan dalam kerjasama. Pada data yang tercatat di Unit Ma’had Al Jamiah IAIN Purwokerto, jumlah pondok pesantren mitra yang terlibat dalam kerjasama pada 2017 ini berjumlah 25 lembaga yang tersebar di sekitar kabupaten Banyumas. Serta jumlah santri baru yang berasal dari IAIN Purwokerto untuk tahun ajaran 2017/2018 sebanyak 1616 santri mahasiswa.

Jumlah pesantren mitra tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan. Pondok pesantren mitra tentu harus memenuhi standar yang telah ditetapkan IAIN Purwokerto diantaranya standar administrasi dan standar operasional. Diterapkannya program kemitraan IAIN Purwokerto dengan pesantren diharapkan akan lahir santri cendekia, santri akademisi yang siap mengembangkan diri untuk menjadi pribadi unggul. Selanjutnya IAIN Purwokerto akan mampu menjadi kawah candradimuka bagi calon-calon penerus bangsa yang berilmu serta berkarakter kuat.

Keywords of this article:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *