Akhiri PPL, Mahasiswa FTIK Gelar Ngaji Isra Mi’raj

Mengakhiri program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Purwokerto menggelar pengajian dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif NU 1 Kedungbanteng bagi seluruh warga Madrasah di Aula Madrasah setempat, Sabtu (23/3).

Acara yang diselenggarakan oleh madrasah bekerjasama dengan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) IAIN Purwokerto itu, sebagai puncak kegiatan dan penutupan rangkaian PPL yang telah dilaksanakan selama lebih dari satu bulan.

Peserta PPL, Nikmat Hidayatulloh dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama yang telah dijalin selama lebih dari satu bulan dan permohonan maaf atas kesalahan dan kekeliruan mahasiswa selama pelaksanaan PPL.

“Kami merasa bersyukur telah mendapatkan pengalaman dan keluarga baru di madrasah ini. Perpisahan hanyalah secara raga tetapi hati dan silaturrahim tidak akan putus,” paparnya.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MTs Ma’arif NU 1 Kedungbanteng, Upik Rossyamah menjelaskan, PPL menjadi latihan awal sebagai tenaga pendidik. Untuk itu, harus siap mental, pikiran dan tenaga.

“Kesiapan mental dan materi sangat penting dalam proses belajar mengajar. Calon pendidik harus memahami karakteristik siswa sebagai upaya mencetak generasi bangsa di masa mendatang,” terangnya.

Sementara peserta PPL, Imam Aminudin, pembicara pengajian dalam tausiyahnya menyampaikan, generasi Muslim harus mengaji Isra Mi’raj. Mengetahui perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Ngaji Isra Mi’raj, menurut Imam perlu ditanamkan kepada para siswa. Hal itu dilakukan agar generasi muda berkesempatan merefleksikan hikmah dari peristiwa Isra Mi’raj dalam kehidupan.

“Peringatan Isra Mi’raj diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus selalu meningkatkan kualitas ibadah, khususnya shalat,” jelasnya.

Imam menambahkan, apalagi bagi generasi muda, menjaga agama dengan menegakkan shalat lima waktu. Penanaman nilai itu dilakukan untuk pembentukan karakter religius atau spiritual siswa.

“Dengan peringatan ini, diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa. Sebagai sarana pembelajaran untuk memperdalam kisah Isra Mi’raj dan mengambil nilai hikmah atas peristiwa bersejarah itu,” pungkasnya.

(M2/acm)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.